Kamis, 05 Agustus 2010

Berkorban vs Beruntung

Banyak yang menganggap berkorban identik dengan kerugian, sedangkan beruntung identik dengan keberhasilan.

Apakah benar demikian? Seringkali berkorban pada saat yang tepat, akan menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda.

Kisah Sylvester Stallone di buku No Excuse! bisa jadi merupakan contoh yang paling dramatis yang bisa menunjukkan bagaimana berkorban sedikit bisa menghasilkan untung yang berlipat ganda.

Singkatnya Stallone sedang miskin-miskinnya. Untuk menyambung hidup ia bahkan harus menjual anjing kesayangannya yang sudah dianggapnya sebagai teman hanya seharga US$ 25. Lalu sebuah tontonan pertandingan tinju memberinya ide luar biasa untuk menulis skenario. Selama tiga hari tiga malam ia tidak beranjak untuk menyelesaikan skenario, ketika skenario selesai, tangannya sampai gemetar karena puas melihat hasilnya. Anda mungkin bisa menebak, skenario film Rocky.

Ia pun menawarkan karyanya ke beberapa studio sampai akhirnya bertemu satu studio yang tertarik dan menawarkan harga yang luar biasa mahal US$ 20.000 (sekitar 200 jutaaan) dan menyiapkan bintang Ryan O Neal atau Burt Reynolds. Saat itu di kantong Stallone hanya punya uang US$ 50 saja tapi ia menolak tawaran itu, karena ia ingin dirinya yang menjadi peran utama.

Studio tidak kehilangan akal, mereka menaikkan tawaran menjadi, US$ 80.000 ditolak, naik lagi jadi US$ 125.000 ditolak, naik jadi US$ 250.000 ditolak sampai US$ 325.000 (3,2 miliar) tetap ditolak.
Bukankah cukup gila, orang yang punya uang US$ 50 di kantong menolak tawaran Rp 3,2 miliar?
Tapi Stallone punya hitungan sendiri. Sebelumnya ia sudah ditolak di agen film lebih dari 1500 kali, jadi ia merasa skenario buatannya inilah jalan satu-satunya untuk menjadi peran utama.

Akhirnya tercapai kesepakatan, skenario dibayar US$ 20,000 dan dia bisa jadi peran utama dengan bayaran upah minimal US$ 340 per minggu.
Kehilangan Rp 3,2 miliar untuk gaji US$340. Terlihat bodoh? Tunggu dulu.

Ternyata film Rocky meledak dan menghasilkan pendapatan 200 kali lipat dari modal. Film itu memenangkan 3 oscar dan Stallone menjadi kandidat aktor terbaik.
Aktor yang pernah ditolak 1500 kali ini mulai dikenal dunia. Sekalipun tidak dapat banyak uang dari Rocky, setelah populer mencari uang 10 juta dollar atau Rp 100 miliar menjadi perkara mudah baginya.

Seandainya Stallone menerima tawaran US$20.000 pertama mungkin ia akan dikenal sebagai penulis skenario level bawah. Seandainya ia menerima tawaran terakhir US$350.000 mungkin ia dikenal sebagai penulis seknario papan tengah.
Tapi tidak akan ada yang mengenalnya sebagai bintang.

Stallone memilih berkorban, untuk hal yang lebih besar. Jadi bintang!
Menjadi bintang atau aku cari yang lain yang mau menerimaku sebagai bintang, mungkin itu yang ada dikepalanya.
Kalau Stallone hanya sekedar mencari untung, tawaran skenario sudah sangat menguntungkan, tapi ia berkorban untuk sesuatu yang lebih besar.

Dalam hidup ini kita akan selalu bertemu dengan pilihan untung cepat atau berkorban atau sedikit lelah untuk sesuatu yang lebih besar.
Muhammad Ali benci latihan tinju tapi ia tahu harus latihan untuk menjadi yang terbesar.
"Saya benci latihan setiap menitnya, tapi saya katakan, 'Jangan berhenti, menderita sekarang dan nanti selamanya hidup sebagai pemenang'" (I hated every minute of training, but I said, "Don't quit. Suffer now and live the rest of your life as a champion.")

Anak anak yang belajar serius ketika kecil masa depannya lebih terjamin, sedangkan yang main-main dan bersenang-senang saja ketika kecil karirnya terhambat, tidak masuk universitas negeri tidak bisa dapat bea siswa, dsb.
Mahasiswa yang malas-malasan, berarti tidak mengerti konsep berkorban sekarang untuk masa depan yang lebih baik.

Kita beli barang bekas untuk hemat ternyata malah boros karena mesinnya merongrong.
Kita pilih sekolah murah ternyata malah boros karena pendidikan anak tak terjaga dan terjerumus yang tidak-tidak.

Istilah lainnya
Berkorban sedikit untuk sesuatu yang lebih besar.
Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
Ibadah di dunia untuk kehidupan abadi di akhirat.
Membeli lebih mahal sedikit tapi awet

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar