Kamis, 05 Agustus 2010

Pengakuan VS 'Ngaleuleungit'

Setiap Kita tentunya menginginkan Keberkahan. Ingin Rizkynya luas dan penuh berkah, diRidhoi Allah, bahagia dunia akhirat.
Mungkin ini satu tips sederhana tapi penting dan justru menjadi hal utama dalam meraih hal itu. Apakah tips itu, yaitu : “PENGAKUAN”.

Inilah beberapa contoh dinamika kehidupan yang beraitan dgn hal tersebut.
1. Bila anda ditanya : “Bagaimana pendapatan anda dari pekerjaan sekarang?” maka ucapkan “Alhamdulillah Allah berikan saya maisyah. Cukup banyak kebutuhan yang bisa Saya penuhi, semoga Allah limpahkan pula keberkahan atas rizky yang diberikan dan semoga Allah menambah rizkyNya kepada Saya”. Semoga ini bisa Kita ucapkan. Adapun jawaban orang yang “ngaleuleungit” adalah : “Yaah,.. gaji 1 juta mana cukup jaman sekarang?. Beras saja naik terus, belum anak sekolah,. Listrik naik lagi, belum istri mau melahirkan,..” Ini adalah bentuk ngaleuleungit Rizky Allah yang jumlahnya 1 juta. Sungguh wahai sahabat terlalu mudah bagi Allah melipatgandakan rizky yg nilainya 1 juta. Tapi alat uji Allah utk melipatgandakan adalah sikap Kita terhadap uang yang 1 juta tersebut.

2. Bagaimana jualan gorengan anda?. Jangan pernah ucapan “ payah,. Jualan hanya muterin idup, abis utk beli minyak goren sama terigu!” masya Allah sementara Allah menyaksikan bahwa Jualan itu cukup menguntungkan. Sehari bisa untung 100rb. Ini namanya “KUFUR NI”MAT”. Lebih baik ucapkan “Alhamdulillah jualan bisa bertahan, kebutuhan bisa terpenuhi. Adapun Saya belum bisa membeli motor atau menyekolahkan anak, semoga Allah memberikan Saya kemudahan". Bila perlu sebutkan keuntungan anda. Karena ini bagian pengakuan atas ni’mat Allah kepada makhluqnya.

3. Jangan pernah katakan “Gaji PNS saya hanya 4 jt sebulan. Bisa apa jaman sekarang dgn uang 4 jt?”…. sementara sangat banyak orang yg berpenghasilan dibawah 4 jt. dan 4 jt adalah uang yg cukup besar.

4. Juga jangan katakana “Gaji dewan hanya sekedar 20 jt, dipotong pajak dan partai tersisa hanya 10 jt” utk jaman sekarang mana cukup?..   Ingat, Padahal pendapatan dia sebelum menjadi anggota dewan tidak sampai 30% nya,. Lebih baik katakan. “Alhamdulillah Saya tidak akan ngaleuleungit bahwa gaji Saya menjadi anggota dewan lebih layak dari penghasilan sebelumnya, dan lebih besar dari UMR. Adapun bila dari gaji tersebut Saya pergunakan utk modal memperjuangkan aspirasi rakyat, demi Allah saya berharap Allah meluaskan Rizky saya seluas-luasnya, karena Bila Saya berikan sumbangan utk setiap proposal sumbangan yang perbulan hingga ratusan, demi Allah Saya membutuhkan lebih dari 10 kali lipat dari gaji Saya saat ini."

5. Bila ditanya : “bagaimana? Layakah bantuan kakak anda dalam membantu biaya kuliah anda?” maka jawablah : “Alhamdulillah Allah memberikan Saya kakak yang sayang kepada adiknya, yang berusaha keras dan maksimal membantu saya sebagai adiknya,. Adapun dari sisi jumlah bantuan terus terang saja Saya masih perlu banyak dibantu..”.. Jangan katakan “Halahhh.. Kakak saya bisanya cuman bantu dikit,. Kalo memang sayang sama adiknya, tambahin dong,.. jangan utk biaya anak istri doang duitnya diabisin.. toh dia bisa bgitu juga sekolahnya dibiayain Ibu aku..”.

6. Jangan katakan : “bekerja di pak fulan, dapat apa saya? Bonus ga pernah dapet, di marahin terus menerus, belum lagi segala kesalahan ditimpakan kepada saya”,. Apakah kejadian ini benar? Padahal Allah tahu berapa uang yg didapat. Berapa bonus yg didapat. Apah betul setiap hari dalam tiap bulan dan sepanjang jam kerja dimarahi terus?. Ini pun termasuk Ngaleuleungit,.

7. Bila anda berbuat salah dan ditanya “Tidak mungkin ada orang yang mengambil Uang Saya di rumah ini, kecuali kamu!. Apakah kamu mengambil uang?” Maka jawablah : “Iya saya akui saya yang mengambil uang itu, dan uang itu telah habis. Untuk itu saya mohon maaf, saya berharap Saya memiliki uang kembali untuk mengembalikannya”. Jangan pernah berdusta dgn mengatakan : “Demi Allah tidak saya mengambilnya”.

Kita ingat kisah Ubay bin kaab?. Yang memberikan Pengakuan mengapa beliau (bertiga) tdk ikut dalam perjuangan fiisabilillah?. Bg mana reaksi nabi?. “Marah!”. Hingga memboikot mereka bertiga berbulan waktu. Dan bgmana sikap nabi ketika menerima pengakuan dusta para munafikin tentang alas an mereka tidak ikut ke medan mu’tah?. Nabi tidak marah bahkan mendoakan seluruhnya.. Tapi kawan ternyata keridhoan dan keberkahan bukanlah disebabkan reaksi nabi yg hanya mampu menilai lahiriyahnya saja, tapi Reaksi Allah terhadap Pengakuan dari dua kalangan yg berbeda ini. Dan akhirnya, nabi pun meridhoi 3 sahabat yg justru memberikan pengakuan tulus.

Jadi Kawan ada alam bawah sadar yang buruk yang sering muncul dalam diri Kita yaitu “NGALEULEUNGIT” Pemberian Allah secara langsung atau pemberian manusia yg kita patut menghargai dan berterimakasih kepadanya. Yang Saya maksud bukanlah pengakuan yang tersembunyi dalam hati, tapi yg terucapkan dan terekspresikan secara lahiriyah,. Sekali lagi “YANG TERUCAP DAN TEREKSPRESIKAN SECARA LAHIRIYAH DIDEPAN HAMBA-HAMBA ALLAH”.

Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita, dan melindungi kita dari perilaku buruk seperti sombong takabur, riya, hasad, dan senantiasa memberikan kita jalan keluar setiap menjumpai masalah. AMIEN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar