Sabtu, 13 Juli 2019

REKONSILIASI ?



Ada yang senang.
Ada yang sedih.
Ada yang marah.
Ada yang terheran-heran.
Dan sejumlah perasaan lain.
Itu semua muncul berbarengan saat Prabowo bertemu dengan Jokowi di statsiun MRT Lebak Bulus.


Yang merasa senang tentu beranggapan pertemuan itu akan mengakhiri konflik pasca Pilpres antara kubu 02 dengan kubu 01. Pertemuan itu diharapkan merupakan ishlah atau rekonsiliasi.

Yang merasa sedih tentu saja para relawan 02 yang selama Pilpres, mulai dari masa kampanye, pelaksanaan Pilpres sampai proses gugatan ke MK, selalu setia berada di belakang Prabowo, karena mereka menganggap Prabowo adalah sosok yang tepat untuk memimpin negeri ini. Sedih karena merasa ditinggalkan Prabowo. Sedih karena menganggap Prabowo tidak menghargai jasa mereka. Sedih karena harapan mereka memiliki sosok pemimpin yang diharapkan hilang sudah. Mereka masih mengharapkan, walau sudah dinyatakan kalah oleh MK, ada perlawanan lain dari Prabowo. Dan harapan mereka lenyap dengan adanya pertemuan ini.

Yang merasa marah tentu mereka yang selama ini tidak suka dengan Jokowi sebagai petahana dan ‘pasukannya’ yang menurut mereka secara terang-terangan telah mencederai demokrasi dengan berbagai kecurangan yang terstruktur, sistematis dan massif. Mereka ingin dengan kecurangan-kecurangan yang dilakukan pihak 01 ini, kemenangan Jokowi bias dianulir. Mereka menganggap kemenangan Jokowi ini akan menyebabkan keterpurukan kondisi negeri yang makin parah. Mereka menganggap 5 tahun pemerintahan Jokowi sebelumnya lebih banyak menyengsarakan rakyat. Tidak ada satupun kebijakan yang pro-rakyat. Melihat pertemuan antara Prabowo dan Jokowi kemarin, mereka sangat marah, karena menurut mereka sama saja dengan Prabowo melegitimasi kecurangan-kecurangan yang dilakukan Jokowi. Mereka marah karena Prabowo dengan melakukan pertemuan ini dianggapnya tidak akan menjadi oposisi terhadap pemerintah. Kebijakan-kebijakan pemerintan  yang dikeluarkan di periode pertama tentu akan dilanjutkan tanpa adanya pihak yang akan mengkritisi.

Yang merasa aneh sampai terheran-heran tentu karena melihat sikap Prabowo yang seperti ambigu, tidak jelas, peragu, tidak konsisten, jauh dari bayangan sebelumnya bahwa Prabowo seorang yang tegas, berani dan seorang pejuang. Berkenannya Prabowo bertemu (menemui?) Jokowi telah merubah prediksi mereka terhadap sosok Prabowo sebagai seorang Pemimpin yang diharapkan. Mereka merasa aneh, seolah Prabowo (kubu 02) sudah tidak punya amunisi lagi untuk menggugat hasil Pilpres. Merasa aneh, seolah Prabowo sudah menyerah kalah.

Semua perasaan itu tergambarkan dalam berbagai status di medsos.
Semua perasaan itu tertuangkan dalam berbagai tulisan yang dishare di berbagai grup pertemanan.
Semua perasaan itu menjadi bahan obrolan, diskusi, analisa, dan lain sebagainya, di tempat formal maupun non-formal.

Lalu, bagaimana perasaan saya (penulis)?
Hehe.. saya sebagai penulis yang ingin menuangkan segala apa yang saya lihat, hanya wait and see saja, saya menunggu saja apa dan bagaimana episode berikutnya. Karena politik ini dinamis. Perasaan yang ada yaa.. hanya itu, penasaran.
Jadi kita tunggu saja next action, dari pihak Prabowo maupun pihak Jokowi.


Tasikmalaya, 130719, 22.05 WIB
@uripwid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar