Jumat, 25 Juni 2010

PENGARUH BAIK ATAU PENGARUH BURUK

Isa Alamsyah

Di antara banyak quote yang dikutip dari Hellen Keller (seorang penulis yang buta, tuli dan bisa), saya suka dengan quote ini:
"When we do the best that we can, we never know what miracle is brought in our life, or in the life of another."  Kalau kita melakukan hal yang terbaik, kita tidak tahu apa keajaiban yang akan terjadi pada kita atau pada orang lain.

Yang membuat kita menjadi orang besar pada akhirnya bukan seberapa tinggi jabatan yang kita capai, tetapi seberapa besar kita bertanggung jawab atas tugas yang ada di pundak kita.
Ketika seorang guru berbuat sebaik mungkin memang mungkin keajaiban tidak datang kepadanya, mungkin gajinya tetap kecil atau jabatan tetap rendah, tapi tanpa diduga keajaiban datang pada murid-muridnya.
Seringkali kita baca seorang presiden atau orang sukses besar yang datang ke guru SD mereka dan mengatakan bahwa kepercayaan diri mereka di mulai di sana.

Tapi ada kebalikan dari pernyataan Hellen Keller.
"Kita tidak pernah tahu bagaimana perbuatan buruk kita akan berpengaruh, mungkin akan menjadi bencana bagi kita atau bagi orang lain."

Selebriti yang adegan mesumnya direkam mungkin dulu tidak sadar bahwa ketika rekaman itu bocor dan membuat heboh, perilakunya kini membuat internet seantero negeri menjadi slow bahkan mempengaruhi bandwith dunia selama beberapa minggu. Belum lagi imbas demoralisasinya.

Sekarang pertanyaan buat kita, apakah ada perbuatan kita yang telah menjadi keajaiban bagi orang lain.
Atau adakah perilaku buruk kita yang berimbas jadi bencana bagi orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar