Jumat, 01 Oktober 2010

Belum Pantas

Suatu saat ipar saya ingin menjual peralatan musik ke satu orang yang kaya raya di Jakarta Selatan. Rumahnya besar bahkan ada lift nya.
Di garasinya ada sebuah mobil Ferary mewah yang mentereng.
Lucunya orang kaya itu begitu takut Ferary-nya tergores sampai tidak boleh ada satu orang pun boleh mendekat bahkan sekedar jalan disampingnya.

Bahkan si orang kaya tersebut marah pada kerabat atau tamu yang berkunjung ke rumahnya dan berjalan dekat dengan Ferary-nya.
Menurut pembantunya, si kaya keberatan jika ada uap nafas orang yang mendekat dan memandang mobilnya dari dekat.


Pertanyaannya buat apa dia punya Ferary kalau itu tidak membuatnya bahagia, tapi justru membuatnya stres.

Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil.Pertama, si kaya membuat dirinya menjaga harta bukan harta menjaga dirinya. Orang seperti ini, semakin kaya semakin menderita. Ini yang disebut Ali Bin Abi Thalib, ra. lebih baik ilmu dari harta. Ilmu menjaga diri kita kita menjaga harta kita. Kedua, ini menujukkan si kaya belum pantas punya Ferary. Dia pantas punya Ferary kalau dia bahagia punya Ferary dan tidak memaksakan diri untuk membelinya, dan bisa santai sekalipun terjadi apa-apa pada Ferary-nya.

Bagaimana dengan Anda?
Apakah Anda mempunyai barang yang sebenarnya belum pantas memilikinya?
Barang yang Anda paksakan diri untuk membelinya, dan stres merawatnya, karena itu terlalu mahal buat Anda?
Kita pantas memiliki suatu benda jika benda itu memberi kebahagiaan dan bukan stress.

Pada level kecil benda yang membuat kita menjadi budak bisa berupa handphobe, BB, perhiasan, mainan, dsb.
Jadi yang membuat kita pantas atau tidak memiliki atau membeli barang bukan harganya tetapi seberapa barang tersebut membuat kita bahagia atau stres.
Seberapa benda itu memberi nilai tambah buat kita bukan sebaliknya.
Jika kita membeli barang dengan memaksakan diri dan barang tersebut membuat kita stres mengkhawatirkannya maka sebenarnya itu belum waktunya kita mempunyai barang itu.

Apakah Anda pernah mengalaminya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar