Rabu, 22 Juni 2011

Abu Nawas dan Kantung Air

Seperti kebiasaannya, sebagai refreshing, khalifah Harun al-Rasyid merencanakan untuk berburu. Khalifah memerintahkan para pembantunya untuk menyiapkan semua peralatan dan perbekalan selama berburu.

Berbeda dengan acara berburu sebelumnya, kali ini khalifah mengajak serta Abu Nawas. Kemudian khalifah meminta Abu Nawas untuk membantunya membawakan perbekalan. Disuruhnya abu nawas untuk memilih sendiri barang apa yang akan dibawa.

Tanpa berpikir lama, Abu Nawas memilih kantung air minum yang cukup besar dan berat tentunya. Khalifah dan semua pembantunya heran, bahkan ada yang menertawakan, menganggap Abu Nawas bodoh, karena telah memilih kantung air yang besar dan berat, padahal ada barang lain yang lebih kecil dan ringan. Khalifah bahkan menanyakannya kepada abu nawas, tapi abu nawas hanya menjawab: “Nanti juga tuan akan tahu jawabanya”.
Karena tidak mau berlama-lama, khalifah pun memerintahkan pasukannya untuk berjalan. Selama perjalanan tentu saja Abu Nawas menjadi orang terakhir, berjalan di ujung, karena beratnya membawa kantung air.

Tetapi, perjalanan yang jauh mengharuskan rombongan berhenti untuk istirahat sejenak, sekedar melepas dahaga, dan saat istirahat, abu nawas lah orang yang paling dicari, karena membawa kantung air minum. Setelah perjalanan dilanjutkan, kantung air yang dibawa Abu Nawas berkurang, menjadi lebih ringan. Abu Nawas pun tidak lagi berjalan di belakang.

Setelah istirahat yang kedua, ketiga dan seterusnya, kantung air yang dibawa Abu Nawas pun semakin berkurang sampai kemudian kosong sama sekali. Sehinga, Abu Nawas pun bisa berjalan di samping Khalifah di barisan depan. Dan Khalifah pun tersenyum melihat abu nawas, dan merasa telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukannya sebelum berangkat.

-----
Sahabat, banyak pelajaran atau hikmah dari cerita di atas, pertama, jangan pernah berpikiran negatif pada pilihan orang lain, kita mungkin menganggap itu pilihan yang salah, tapi bagi yang bersangkutan pilihannya adalah yang terbaik. Begitu juga terhadap tindakan, pekerjaan atau sikap orang lain. Berpikirlah positif, jauhkan su’uzhon (buruk sangka) apalagi curiga dan menuduh.

Kedua, jangan menganggap masalah yang sedang kita hadapi saat ini adalah beban yang berat yang kita tak mungkin memikulnya. Ingat Allah swt berfirman di akhir surat al-Baqoroh: “Allah tidak membebani seseorang, diluar batas kemampuannya..”  artinta setiap beban yang kita hadapi, pasti kita mampu memikulnya. Maka… bersabarlah dan tawakal.

Ketiga, setiap menemukan kesulitaan atau problem maka selanjutnya kita akan menemukan kemudahan, sebagaimana firman Allah swt dalam surat al-Insyiroh: “maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” Sampai dua kali Allah menjanjikannya. 


Jadi… Optimislah, yakinlah dengan janji Allah ini.

Okey ?!  J J  please… smile every time and every where

Tidak ada komentar:

Posting Komentar