Minggu, 24 Juli 2011

Pipa Rejeki

Dahulu kala saat kita masih dlm rahim ibu kita, saat Allah, Rabbul 'alamain, meniupkan ruh kita, saat itu pula Dia menetapkan 4 hal pd diri kita, salah satunya jatah rejeki, beka kita selama nanti kita hidup di dunia, setelah dilahirkan ibu kita.

Jadi setiap kita, saat lahir, telah membawa jatah rejeki masing-masing, yang akan habis saat kita kembali kepada-Nya.
Kalau diibaratkan, kita punya tong besar di 'atas' sana, dimana jatah rejeki kita tersimpan.

Kita bekerja/berusaha adalah bagaikan memasang pipa saluran utk mengalirkan 'air' rejeki kita dari tong itu. Masing-masing kita punya pipa dari tong kita masing-masing, dengan diameter yang berbeda-beda. Ada yang punya 5 buah pipa, besar-besar. Ada yang punya 2, kecil-kecil. Ada yang hanya punya 1 pipa dan kecil. Dan ada pula yang punya 1 pipa tapi besar.

Saya sendiri, alhamdulillah baru punya 4 pipa.

Pipa ke-1,i kantorku, mengalir lancar, alhamdulillah.. cukup lah utk memenuhi kebutuhan bulanan dan sekolah anak,
pipa ke-2, mobile bisnis, alhamdulillah juga lancar, walau kecil ngalirnya, tapi bisa mengganti uang bensin sebulan,
pipa ke-3, jualan, yang ini agak seret, ga lancar ngalirnya, tapi kalau ngalir lumayan sih,
pipa ke-4, bisnis online, masih 'under construction' sih, tapi optimis mengalir lancar, soalnya tetesannya sudah kerasa, dan pipa ke-4 ini bisa bercabang, sampai jadi 5 saluran.

Bagaimana, sepakat dgn analogi saya tentang rejeki???

So, berapa pipa yang anda punya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar