Kamis, 14 Juli 2011

Selamat Jalan Saudaraku

Kamis pagi, 05.30 terkaget aku mendengar kabar bahwa engkau telah meninggalkan kami tuk selamanya.


Sakitmu yang kau sembunyikan, membuktikan engkau tak ingin merepotkan orang lain, hatta aku saudaramu. Hubungan aqidah dan fikroh telah mengikat kita menjadi saudara, melebihi saudara kandung kita masing-masing.


Masih teringat wajah putihmu, seputih hatimu yang penuh kesabaran, seperti nama face book mu: SABAR FULL.


Masih terbayang semangat bekerja dan belajarmu, sejak pertama menginjakkan kakimu di Tasikmalaya dari Cirebon untuk kuliah, sampai kemudian diterima menjadi PNS dan meneruskan sampai S-2 di sela-sela kesibukan kerja, dakwah & keluarga sakinahmu.



Sedih rasanya, tidak sempat menemanimu di RSU semalam sebelum engkau menghembuskan nafasmu yang pamungkas.


Saudaraku, banyak pelajaran yang aku dapatkan dari hidupmu. "Bermimpilah, karena Allah SWT akan memeluk mimpi kita", demikian suatu hari engkau menulis status di FB-mu, yang seolah menyiratkan bahwa engkau akan segera dipeluk oleh Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih.


Takkan kuhilangkan perasaan kehadiranmu di liqo pekanan kita, walau engkau tiada.


Adikku, selamat jalan. Tunggu aku di sisi-Nya. Aku akan meneruskan cita-cita kita, menegakkan kalimah-Nya di bumi ini.


Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Allahummagfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu ..

2 komentar:

  1. wilujeng tepang kang, abi ti cisayong ^.^, Blogger gunung, blogger kampung. Tong hilap ameng ka blog abi nya :
    dudijaya.blogspot.com
    maungtasik.blogspot.com
    dudijaya.com

    Wassalamualaikum.
    ^_^

    BalasHapus
  2. hatur tos mampir,
    insya Allah... ke mun ngalangkung bade mampir :-)
    tp ke.. ke... ieu teh, teteh-teteh atnp aa-aa, ari nami dudijaya tp ari foto istri,
    hehehe... tp teu pangaruh, silatutahim mah sareng saha wae nya?

    BalasHapus