Minggu, 06 November 2016

NOPEMBER ISTIMEWA

Bulan nopember adalah bulan yang istimewa bagi saya, di bulan inilah puluhan tahun yang lalu saya dilahirkan. Walaupun bukan termasuk orang yang suka merayakan hari ulang tahun, sebagaimana umumnya, apalagi sekarang era medsos, secara otomatis hari ulang tahun kita akan terekspos sehingga mengundang ucapan selamat dari teman-teman kita.

Tapi saya nulis ini bukan untuk ngebahas ulang tahunku kok, saya nulis karena bulan nopember tahun ini (2016) ada satu peristiwa yang istimewa di negeri tercinta Indonesia ini, peristiwa yang pertamakalinya terjadi, bahkan mungkin tidak akan terulang untuk yang kedua kalinya.

Apa itu….


Ya, aksi damai umat Islam Indonesia saat unjuk rasa ke Istana Negara menuntut penuntasan kasus penistaan agama oleh si ahok. Ga perlu lah.. dibahas bagaimana si ahok ini menistakan Islam, searching sendiri saja, di tv-tv juga hampir tiap hari beritanya.

Tulisan saya ini hanya akan tentang aksi damai saja, sebagai bentuk apresiasi terhadap umat Islam terutama kepada para ulama, habaib, ustad, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Satu…

Saya merasa aksi (demo) damai ini adalah yang demo yang melibatkan peserta terbanyak sepanjang sejarah negeri ini, di beberapa media disebutkan jumlahnya ratusan ribu, malah ada yang menyebut sampai 1 atau 2 juta. Ga percaya ? nih beberapa fotonya.





Silahkan hitung sendiri deh hehe.. bahkan konon lautan muslimin ini tersambung sampai ke Mesjid Istiqlal, tempat titik awal para peserta aksi ini berkumpul. Jadi bagi orang Jakarta yang tahu situasi wilayah di sana, bias memperkirakan berapa jumlahnya.

Dua….

Walaupun melibatkan jutaan orang, ini adalah aksi terdamai yang pernah ada, walau ada kerusuhan di end time, itulah saya menyebut aksi terdamai, karena selama aksi sampai jam 18 (batas akhir waktu unjuk rasa menurut peraturan), tidak ada keributan apapun bahkan rumput-rumput taman pun tidak diinjak, bahkan ada pasukan khusus (pasukan semut) yang membersihkan sampah, pasukan ini dipimpin da’i kondang asal Bandung, Abdullah Gymnastiar atau sering disebut Aa Gym. Bukan hanya itu, interaksi antara pihak yang ‘berlawanan’, peserta demo dengan polisi yang menjaga keamanan pun terlihat damai, tidak ada kesan tegang, bahkan saling membantu seperti digambarkan foto-foto di bawah ini.





Mungkin peserta aksi belajar dari aksi damai sebelumnya, tanggal 14 Oktober, saat itu aksi damai ke kantor Gubernur dengan peserta sekitar 400 orang. Aksi unjuk rasa berlangsung damai tertib dan aman, tapi… keesokan harinya ada stasiun TV yang menyiarkan berita negatif, yaitu terjadi kerusakan taman-taman kota akibat demo. Padahal dari berita-berita ‘tidak resmi’ di FB terlihat bahwa itu rekayasa saja. Betul ada tanaman yang rusak, tapi separah yang diberitakan TV penipu itu.

Tiga…

Aksi damai ini murni hanya untuk menuntut kejelasan pemerintah atas kasus penistaan agama, bukan aksi politis, walau pak jokowi selaku presiden mengatakan bahwa aksi damai ini ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik. Memang tidak bias dipungkiri, timingnya memang di DKI sedang ada perhelatan Pilkada Gubernur, dan si penista kebetulan adalah salah satu calonnya, sehingga mau tidak mau penindakan sebagai tersangka bahkan terpidana kepada si penista akan menguntungkan 2 calon lainnya. Kemudian, di antara tokoh yang hadir dan memberikan orasi dalam aksi damai tersebut kebetulan tokoh parpol yaitu Fahri Hamzah dan Fadli Zon, keduanya hadir sebagai anggota DPRRI dari Komisi III.

Sebenarnya secara logika pun sangat sulit kalau jutaan orang yang datang ke Jakarta itu ada yang membiayai. Bayangkan saja, berapa dana yang harus dikeluarkan untuk memberangkatkan jutaan orang yang sebagian dating dari luar kota bahkan dari luar jawa.

Umat Islam yang dating ke Jakarta ini murni inisiatif sendiri, karena ini menyangkut aqidah, menyangkut kemuliaan Al-Quran, yang merupakan hal sensitif. Ini terlihat dari mereka yang dating, berbagai segmen: orang tua, remaja, ibu, tuna netra dan cacat fisik lainnya. Bahkan dari komunitas-komunitas non politik pun mereka hadir, seperti majliz dzikirnya ust Arifin Ilham, jama’ah Darut Tauhid nya Abdullah Gymnastiar, dan lain-lainnya.

Empat….

Ini yang menurut saya pribadi sangat special. Aksi damai ini menunjukkan sebuah episode yang selama ini dirindukan oleh umat Islam di Indonesia, yaitu bersatunya umat Islam Indonesia tanpa sekat khilafiyah, sekat perbedaan pendapat dan sekat bendera organisasi. Bagaimana tidak saya sebut special, akrena di aksi kemarin,

Lima…


Banyak keanehan-keanehan yang terjadi berkaitan dengan aksi tanggal 4 nopember ini, salah satunya adalah tanggal peristiwa ini terjadi yang sering dijadikan ikon peristiwa ini, yaitu 411 yang artinya tanggal 4 bulan 11 (nopember). Entah kebetulan atau tidak, angka 411 kalau dilihat dari sudut huruf Arab, itu mendekati kata Allah.



Enam

Ini yang menyedihkan, walau saya merasa kejadiannya tidak mencoreng aksi damai. Yaitu terjadinya kerusuhan di penghujung aksi (malam) dan ternyata yang melakukan kerusuhan adalah massa penuyusp, bukan peserta aksi bela Islam. Ini terlihat di foto dari pakaiannya yang tidak seragam dengan yang dipakai peserta aksi.



Tujuh..

Hal lain yang mencoreng aksi bela Islam II ini adalah sikap Presiden jokowi yang mengecewakan, yang ‘kabur’ entah kemana, boro-boro menerima ‘tamu’. Sehingga tidak aneh di keesokan harinya di medsos banyak meme yang menyindir sikap presiden ini.



 Jadi ironis, seorang presiden di bully sama rakyatnya sendiri. Gambar-gambarnya searching sendiri dah di gugel.


Intinya, saya nulis ini karena ini peristiwa langka. Bukan hanya bagi umat Islam Indonesia tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara umum, entah akan terjadi lagi ga peristiwa istimewa seperti ini kelak.

Dah gitu aja 😄

Tidak ada komentar:

Posting Komentar