Dari Selembar Terbitlah Sebuah Buku

 


Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Peribahasa ini sering kita dengar. Atau peribahasa ‘perjalanan Panjang dimulai dari satu langkah’. Peribahasa-peribahasa itu memotivasi kita, bahwa apapun selalu dimulai dari hal kecil, yang jika dilakukan secara terus-menerus, maka akan menjadi sesuatu yang luar biasa.

 

Demikian juga dengan menulis sebuah buku. Anda bisa menulis sebuah buku dan menerbitkannya dimulai dengan menulis selembar. Gak percaya? Lanjutin saja membacanya.

 

Sebenarnya, tanpa sadar kita sudah menjadi penulis. Masak sih? Anda gak percaya lagi?

Coba perhatikan aktivitas Anda di medsos, baik itu Facebook atau twiter atau juga di grup-grup messenger.

 

Hampir setiap hari Anda menulis status atau berkomentar. Apalagi di grup-grup messenger saat terjadi diskusi atau perdebatan. Banyak yang tidak menyadari, termasuk Anda, bahwa itu semua dilakukan dengan menulis.

 

Coba sekali-kali Anda menghitung jumlah kata yang Anda tulis di medsos atau di grup-grup messenger. Saya yakin, kalau dikumpulkan jumlahnya lebih dari satu halaman A4.

 

Anda mungkin berkata, ‘itu kan menulis di medsos, bukan menulis buku’. Sebenarnya sama saja, toh menulis buku juga diawali tulisan yang pendek, karena banyak dan digabung, maka jadilah buku.

 

Nah, mulai sekarang coba tulis di media sosial atau di grup-grup messenger itu sesuatu yang bermanfaat atau menginspirasi banyak orang. Atau kalau tidak, menulislah sehari satu halaman A4, dengan format standar, misalnya font Time New Roman 12 dan spasi 1.5. Kalau Anda menulis secara rutin, setiap hari, Anda akan kaget dengan hasilnya. Enggak percaya?

 

Yuk kita hitung. Sehari Anda menulis satu halaman A4, setahun itu ada 365 hari, berarti di akhir tahun Anda akan memiliki naskah sebanyak 365 halaman A4.

 

Format buku biasanya ukuran kertas A5, atau setengah dari kertas A4. Artinya, kalau di akhir tahun Anda memiliki naskah sebanyak 365 halaman A4 itu sama dengan Anda telah menulis sebuah buku setebal 730 halaman. Atau kalau Anda ingin mencetaknya dengan tebal 200-an halaman, berarti setahun Anda telah menulis 3 buah buku. Luar biasa kan? Kuncinya satu, Anda rutin menulisnya, setiap hari selembar.

 

Lalu apa yang harus ditulis? Banyak! Inspirasi untuk bahan tulisan sangat banyak, ada di sekitar Anda.

 

Beberapa hal yang bisa menjadi inspirasi untuk kita tulis misalnya,

1.         Aktivitas Anda sehari-hari,

2.         Pengalaman orang lain, yang mereka ceritakan kepada Anda,

3.         Inspirasi yang Anda dapatkan dari buku yang Anda baca,

4.         Sesuatu yang Anda dengar saat berbincang dengan orang-orang yang dekat dengan Anda,

5.         Pelajaran yang Anda dapatkan setelah menonton sebuah film,

6.         Dan banyak lagi.

 

Misalnya, dari aktivitas Anda sehari-hari, banyak sekali yang dapat ditulis. Apalagi bagi Anda yang kehidupan sehari-harinya selalu berbeda, maksudnya tidak seperti orang yang bekerja (karyawan), yang relatif aktivitas hariannya sama. Pagi berangkat ke kantor, siang berkutat dengan pekerjaan, sore pulang, dan seterusnya.

 

Baik Anda yang tidak terikat jadwal rutin harian atau Anda yang terikat aktivitas bekerja, semuanya punya sesuatu yang bisa ditulis.

 

Jika Anda seorang pegawai kantoran, setiap hari pasti ada saja yang bisa Anda tuangkan kedalam tulisan. Misalnya, “Hari ini bu Ela ulang tahun nih, dia bawa kue kesukaanku, brownis kukus. Duh, gimana ya, lagi puasa nih, apa batalin saja puasanya? Hehe ....”

 

Tulisan itu bisa dilanjut dengan menulis, mana yang lebih baik, melanjutkan puasa atau membatalkannya untuk menghargai dan menjaga hubungan baik dengan bu Ela. Referensi bisa Anda peroleh di Google atau bertanya ke teman Anda yang lebih paham.

 

Dan, setiap hari pasti ada sesuatu yang berbeda, walaupun dalam suasana yang sama di kantor, tinggal kepekaan dan kreativitas kita untuk menuliskannya.

 

Anda bisa juga menggabungkan beberapa sumber inspirasi yang disebutkan di atas sebagai bahan tulisan Anda. Misalnya, di hari pertama Anda membaca sebuah buku, lalu Anda tuliskan inspirasi atau pelajaran yang Anda dapat dari buku tersebut.

 

Hari kedua Anda mendengarkan cerita teman Anda yang baru pulang dari luar kota, dia bercerita sesuatu yang menarik, maka Anda bisa menuliskan kembali cerita teman Anda itu. Lalu di hari ketiga, Anda menonton sebuah film, maka Anda pun dapat menceritakan pengalaman itu kedalam tulisan. Dan seterusnya.  Intinya Anda harus memaksakan diri untuk menulis setiap hari

 

Tips berikutnya. Ketika Anda menulis, abaikan dulu kaidah-kaidah menulis, salah-salah ketik (typo), atau pemilihan kosa kata. Tahap pertama, Anda tulis saja apa yang ada dalam kepala Anda, selesaikan sampai satu halaman. Setelah selesai baru dibaca ulang dan perbaiki yang perlu diperbaiki. Karena, kalau baru satu paragraf lalu Anda koreksi, dijamin tulisan Anda tidak akan selesai sampai satu halaman. Anda hanya akan berputar-putar, memilih-milih kalimat atau kata yang tepat.

 

Nah, kalau Anda konsisten menulis setiap hari selembar, dalam tiga bulan Anda bisa menyusunnya menjadi sebuah buku setebal 200 halaman lebih. Sisanya tinggal memberi judul dan mendesain cover (sampul), kemudian kirim ke penerbit.

 

Untuk tahap awal, supaya menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri Anda, pilihlah penerbit indie, cetak sesuai anggaran yang Anda miliki. Setelah selesai hadiahkan kepada orang yang Anda istimewakan.

 

Atau, kalau Anda tidak punya dana yang cukup untuk menerbitkan buku, kenapa tidak membuatnya dalam format eBook atau buku elektronik? Lalu Anda bagikan ke teman-teman Anda, atau bagikan di grup-grup yang Anda ikuti.

 

Selamat menulis!


Komentar