Minggu, 03 Juli 2011

Kehendak-Nya


"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)." (QS Ali Imron: 26-27)


Saya tidak bermaksud menafsirkan kedua ayat dari surat Ali Imran di atas, karena memang Saya bukan ahli tafsir. Tapi, Saya ingin berusaha menggali maksud dari kedua ayat tsb, menurut pemahaman Saya.

Saya memahami maksud kedua ayat di atas adalah bahwa kemuliaan, kesuksesan, keberhasilan, rejeki, atau sebaliknya kehinaan, kegagalan, kerugian, kehilangan adalah HAK ALLAH semata. Sengaja Saya menandai dengan huruf merah kata-kata yang membuat Saya memahami bahwa kedua ayat itu maksudnya seperti itu.

Allah yang mempunyai kehendak, karena Dia bersifat Irodah. Apapun yang terjadi, di 'tangan'Nya lah ditentukan. Kalau Dia sudah berkehendak, 'Kun Fa Yakun', maka jadilah. Semudah kita mengedipkan mata, mungkin.

Sehingga... untuk mencapai kesuksesan, keberhasilan, kemuliaan, selain Kita harus berusaha (bekerja) keras untuk mencapainya,  Kita pun harus (dan ini yang utama) berusaha mengkondisikan diri supaya Kita dikehendaki oleh-Nya diberi kesuksesan, keberhasilan atau kemuliaan dan bukan sebaliknya.

Artinya... Allah hanya akan memberikan kesuksesan, keberhasilan atau kemuliaan kepada orang yang 'pantas' menurut kehendak-Nya. Karena 'pantas' menerimanya, maka Allah berkehendak memberikannya. Begitu juga sebaliknya, karena 'belum pantas' menerima kesuksesan, keberhasilan atau kemuliaan, maka Allah pun akan berkehendak untuk tidak memberikannya.

Masalahnya... Bagaimana supaya Kita menjadi orang yang 'pantas' dan dikehendaki-Nya untuk diberi kesuksesan, keberhasilan atau kemuliaan?

Bagaimana menurut Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar