Senin, 11 Februari 2013

4 cara Allah memberi rezeki kpd makhluk-Nya


REZEKI TINGKAT PERTAMA

"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya."  (QS. 11: 6)

Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini, baik itu manusia, hewan, tumbuhan, atau lainnya. Ini adalah rezeki dasar yg terendah.

REZEKI TINGKAT KEDUA

"Tidaklah manusia mendapat apa-apa, kecuali apa yang telah dikerjakannya"   (QS. 53: 39)

Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yang dua jam itu. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan lebih banyak lagi. Tidak memandang apakah dia itu muslim atau bukan.

REZEKI TINGKAT KETIGA

... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."    (QS. 14: 7)

Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang-orang yg pandai bersyukur (mendapatkan rezeki tingkat pertama dan kedua) maka akan dapat merasakan kasih sayang Allah dan mendapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yang dapat hidup bahagia, sejahtera dan tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah akan tambahkan selalu.

REZEKI TINGKAT KE EMPAT

".... Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”   (QS.65:2-3)

Peringkat rezeki yang ke empat ini adalah rezeki yang istimewa, tidak semua orang bisa mendapatkannya. Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yang benar-benar dicintai dan dipercaya oleh Allah untuk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.

Wallaahu a'lam.

2 komentar: